Buku manual adalah sumber pertama
Rekomendasi oli bergantung pada rancangan mesin, iklim, dan kondisi penggunaan. Cari bagian pelumasan atau perawatan pada buku manual kendaraan sesuai tahun, tipe, serta mesin yang tepat. Jangan memilih hanya karena oli populer atau karena angka viskositas dianggap lebih “tebal” dan pasti lebih baik.
Baca lebih dari satu angka
Manual dapat menyebut kelas viskositas seperti 0W-20 atau 5W-30, standar performa, spesifikasi pabrikan, dan kapasitas pengisian. Semua unsur tersebut perlu dipenuhi. Pada kendaraan tertentu, spesifikasi emisi, turbo, transmisi, atau sistem stop-start membuat standar yang diminta semakin khusus. Oli mesin tidak boleh disamakan dengan oli transmisi atau cairan lain.
Sesuaikan dengan kondisi pemakaian
Beberapa manual memberi opsi viskositas menurut suhu lingkungan atau kondisi berat. Bila kendaraan sering dipakai untuk jarak pendek, kemacetan, membawa beban, atau cuaca ekstrem, periksa apakah manual mengatur jadwal servis berbeda. Honda Maintenance Minder menunjukkan contoh bagaimana jadwal servis dapat mengikuti sistem kendaraan, bukan satu interval universal.
Periksa kemasan dan penjual
Cocokkan viskositas, standar, kapasitas, nomor batch, segel, dan reputasi penjual. Simpan bukti pembelian. Jika manual meminta persetujuan atau spesifikasi khusus, cek label produk yang benar-benar menyebut standar tersebut, bukan hanya klaim “cocok untuk semua mobil”.
Saat servis
Minta teknisi menggunakan kapasitas sesuai prosedur, mengganti filter bila diperlukan, dan memeriksa kebocoran. Catat tanggal serta odometer di Maintenance Planner. Pelajari pula arti viskositas oli sebagai pengantar, tetapi jadikan manual kendaraan sebagai keputusan akhir.
Kesimpulan
Urutannya adalah identifikasi kendaraan, baca spesifikasi manual, cocokkan seluruh standar pada kemasan, lalu ikuti prosedur dan jadwal servis yang sesuai. Bila informasi bertentangan, tanyakan ke bengkel resmi atau teknisi kompeten.

